Cantik
Kulit putih, mata indah dengan bulu mata yang panjang, hidung
mancung, bibir yang kemerahan, wajah tirus, tinggi, body goals, adalah kriteria
“cantik” ada umumnya. Kriteria ini sangat didambakan oleh semua orang, dan
menjadi patokan “kecantikan” seseorang. Padahal, cantik itu tidak hanya dilihat
dari wajah, namun juga dari hatinya.
Yuna adalah seorang remaja yang dari dulu tidak pernah percaya
diri dengan penampilannya, meski memiliki mata yang indah, berhidung mancung
dan tinggi, Yuna adalah remaja perempuan yang berbadan sedikit gemuk, kulitnya
tidak putih, dan berkacamata. Karena penampilannya, Yuna seringkali diejek oleh
teman-teman seusianya. Yuna seringkali diejek, dikerjai, hingga membuatnya
sedikit minder bertemu orang lain.
Pernah sekali, Yuna dikerjai oleh temannya, kacamatanya
diambil dan dilempar. Beruntung, guru yang melihat kejadian itu langsung
menghukum anak yang mengerjainya dan menyuruhnya mengganti kacamata Yuna.
Namun, masalahnya tidak sampai disitu. Akibat kesal dimarahi guru dan harus
mengganti rugi kacamata, Ani, anak cantik yang sering mengerjai Yuna itu makin
marah dan terus mengerjai Yuna. Ani mengajak teman-teman sekelasnya untuk
mengerjai Yuna hingga Yuna tidak nyaman. Diantara semua teman sekelas tersebut,
ada salah seorang anak yang menentang keras ajakan Ani untuk mengerjai Yuna,
ialah Fira. Fira adalah anak yang pendek, berkulit coklat, berjerawat, dan
berhidung pesek. Fira sangat jauh dari kriteria “cantik” yang dikategorikan
orang-orang. Meski begitu, Fira tidak pernah di bully teman-temannya, karena
dia adalah anak yang sangat percaya diri. Dia dikelilingi oleh teman-teman
karena mudah bergaul. Jika ada yang mengganggunya, Fira akan langsung memarahi
orang itu dan tidak memasukkan perkataan-perkataan tersebut dalam hati.
Fira yang tidak setuju akan hal itu membuat teman-temannya
menjadi ragu untuk mengikuti permintaan Ani. Fira menyampaikan opininya tentang
tindakan apa yang dilakukan Ani adalah salah dan sangatlah jahat. Menurut Fira,
meski Ani memiliki paras yang “cantik”, namun hatinya sangatlah “tidak cantik”.
Mendengar hal itu Ani pun marah dan tidak terima dengan pernyataan itu. Ani
pergi dari kelas dengan amarah yang besar. Tak lama kemudian, sampailah Yuna ke
dalam kelas. Suasana kelas yang kaku, sunyi, membuat Yuna heran dan
bertanya-tanya apa yang terjadi di kelas pada saat itu.
Akhirnya sampailah pada jam istirahat. Pada saat itu, Yuna
sedang pergi ke kamar mandi, Ani sedang di kantin, sedangkan teman-teman di
kelas sedang berdiskusi tentang kejadian tidak mengenakkan yang terjadi di
kelas. Setelah berdiskusi, teman sekelasnya setuju untuk menolak ajakan Ani dan
menyadari kekotoran hati Ani. Mereka berada di pihak Fira, dimana meski Fira
tidak memiliki rupa yang cantik, namun ia adalah anak yang “berhati cantik”.
Sekarang teman-teman sekelas sepakat untuk tidak mengganggu siapa-siapa lagi,
dan teman-teman Ani pun mulai berkurang. Mereka berpendapat meski hanya karena
paras Yuna yang cantik, tidak seharusnya dia mengganggu temannya. Ani yang
sudah keilangan teman-temannya perlahan sadar akan tindakannya yang tidak baik.
Ia berjanji untuk tidak lagi mengganggu temannya hanya karena temannya tidak
lebih cantik darinya.
“Kecantikan tidak hanya dilihat dari seberapa cantiknya paras
seseorang, namun hati yang cantik adalah segalanya”.
by : halcyondkz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar