Rabu, 09 Oktober 2019


Cantik

Kulit putih, mata indah dengan bulu mata yang panjang, hidung mancung, bibir yang kemerahan, wajah tirus, tinggi, body goals, adalah kriteria “cantik” ada umumnya. Kriteria ini sangat didambakan oleh semua orang, dan menjadi patokan “kecantikan” seseorang. Padahal, cantik itu tidak hanya dilihat dari wajah, namun juga dari hatinya.
Yuna adalah seorang remaja yang dari dulu tidak pernah percaya diri dengan penampilannya, meski memiliki mata yang indah, berhidung mancung dan tinggi, Yuna adalah remaja perempuan yang berbadan sedikit gemuk, kulitnya tidak putih, dan berkacamata. Karena penampilannya, Yuna seringkali diejek oleh teman-teman seusianya. Yuna seringkali diejek, dikerjai, hingga membuatnya sedikit minder bertemu orang lain.
Pernah sekali, Yuna dikerjai oleh temannya, kacamatanya diambil dan dilempar. Beruntung, guru yang melihat kejadian itu langsung menghukum anak yang mengerjainya dan menyuruhnya mengganti kacamata Yuna. Namun, masalahnya tidak sampai disitu. Akibat kesal dimarahi guru dan harus mengganti rugi kacamata, Ani, anak cantik yang sering mengerjai Yuna itu makin marah dan terus mengerjai Yuna. Ani mengajak teman-teman sekelasnya untuk mengerjai Yuna hingga Yuna tidak nyaman. Diantara semua teman sekelas tersebut, ada salah seorang anak yang menentang keras ajakan Ani untuk mengerjai Yuna, ialah Fira. Fira adalah anak yang pendek, berkulit coklat, berjerawat, dan berhidung pesek. Fira sangat jauh dari kriteria “cantik” yang dikategorikan orang-orang. Meski begitu, Fira tidak pernah di bully teman-temannya, karena dia adalah anak yang sangat percaya diri. Dia dikelilingi oleh teman-teman karena mudah bergaul. Jika ada yang mengganggunya, Fira akan langsung memarahi orang itu dan tidak memasukkan perkataan-perkataan tersebut dalam hati.
Fira yang tidak setuju akan hal itu membuat teman-temannya menjadi ragu untuk mengikuti permintaan Ani. Fira menyampaikan opininya tentang tindakan apa yang dilakukan Ani adalah salah dan sangatlah jahat. Menurut Fira, meski Ani memiliki paras yang “cantik”, namun hatinya sangatlah “tidak cantik”. Mendengar hal itu Ani pun marah dan tidak terima dengan pernyataan itu. Ani pergi dari kelas dengan amarah yang besar. Tak lama kemudian, sampailah Yuna ke dalam kelas. Suasana kelas yang kaku, sunyi, membuat Yuna heran dan bertanya-tanya apa yang terjadi di kelas pada saat itu.
Akhirnya sampailah pada jam istirahat. Pada saat itu, Yuna sedang pergi ke kamar mandi, Ani sedang di kantin, sedangkan teman-teman di kelas sedang berdiskusi tentang kejadian tidak mengenakkan yang terjadi di kelas. Setelah berdiskusi, teman sekelasnya setuju untuk menolak ajakan Ani dan menyadari kekotoran hati Ani. Mereka berada di pihak Fira, dimana meski Fira tidak memiliki rupa yang cantik, namun ia adalah anak yang “berhati cantik”. Sekarang teman-teman sekelas sepakat untuk tidak mengganggu siapa-siapa lagi, dan teman-teman Ani pun mulai berkurang. Mereka berpendapat meski hanya karena paras Yuna yang cantik, tidak seharusnya dia mengganggu temannya. Ani yang sudah keilangan teman-temannya perlahan sadar akan tindakannya yang tidak baik. Ia berjanji untuk tidak lagi mengganggu temannya hanya karena temannya tidak lebih cantik darinya.
“Kecantikan tidak hanya dilihat dari seberapa cantiknya paras seseorang, namun hati yang cantik adalah segalanya”.

by : halcyondkz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar