Rabu, 09 Oktober 2019


Pulpen

Hasil gambar untuk pulpen
picture source : https://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjKxvWWxpDlAhWu7XMBHcCsBOYQjRx6BAgBEAQ&url=https%3A%2F%2Fwww.lazada.co.id%2Fproducts%2Fparker-pulpen-jt-special-black-ball-pen-medium-jotter-balpoint-tinta-hitam-stationary-alat-tulis-sekolah-kantor-kuliah-siswa-mahasiswa-kerja-meeting-pena-bolpoint-ballpoint-writing-accessories-premium-design-simple-dengan-klip-elegan-mewah-hitam-i10289869-s13087700.html&psig=AOvVaw0oUTSk5f_IRPXJxNoLMQvz&ust=1570757555215383


Mendapat pahala adala tujuan semua ummat di dunia. Menambung pahal sebagai bekal di akhirat nanti. Pahala dapat muncul dari beberapa hal. Bersedekah, membantu orang yang kesulitan, memberikan nasihat dan masukan, bersedekah, dan beberapa hal baik lainnya. Bersedekah adalah memberikan sesuatu baik itu berbentuk harta maupun barang, untuk membantu seseorang dan dapat meringankan beban seseorang.
Tahukah kamu? Sedekah itu adalah cara mendapatkan pahala yang tidaklah sulit. Kunci agar pahala dari sedekah itumengalir adalah ikhlas. Ada beberapa bentuk sedekah yang tanpa kamu sadari, ternyata kamu sedang bersedekah tanpa merasa ada yang kurang setelah kamu meakukannya.
Sedekah itu dapat berbentuk apa saja selagi hal itu baik dan bermanfaat, sehingga kamu tak sadar kamu telah bersedekah.
Bentuk dari sedekah yang tak kamu sadari itu seperti meminjamkan pulpen kepada teman. Pulpen adalah barang yang seringkali hilang. Baik itu terjatuh, terselip atau tertukar dengan orang lain. Namun tahukah kamu dengan sebuah pulpen kamu dapat bersedekah. Contohnya adalah meminjamkannya kepada orang sedang membutuhkannya, jika kamu sedang ujian, tapi temanmu tidak memiliki pulpen karena kehilangan pulennya, jangan segan segan untuk meminjamkan pulpenmu padanya. Meski itu adalah hal kecil, namun bagi teman yang kamu pinjamkan hal itu sangat besar manfaatnya. Dengan pulpen yang kamu pinjamkan padanya, ia terhindar dari amarah guru. Berkat pulpen yang kamu pinjamkan, temanmu jadi dapat mengerjakan ujiannya dengan lancar. Temanmu akan sangat berterima kasih akan hal ini.
Coba pikirkan lebih lanjut. Tidak hanya sampai sana, pahalamu itu dapat terus mengalir. Dari mana? Kok bisa? Coba piker begini, pulpen yang kamu pinjamkan itu membantunya agar dapat mengerjakan ujiannya, dan temanmu itu lulus ke perguruan tinggi dengan pulpen yang kamu pinjamkan. Setelah lulus dari perguruan tinggi, ia bekerja dan mendapat pekerjaan yang bagus. Coba pikirkan jika ia tak dapat pinjaman pulpen darimu, bisa saja ia kehabisan waktu mencari pulpen atau membelinya dulu dan  hasil ujiannya menjadi kacau, ia tak kan bisa mengijakkan kakinya ke dunianya sekarang. Tanpa kamu sadari, “Pulpen” yang kamu pinjamkan telah membawanya kepada kehidupan yang baik. Tentu saja segala hal baik akan menimbulkan pahala. Maka, jangan pernah ragu meminjamkan atau pun membantu orang lain meski hanya dengan hal kecil. Hal kecil data menjadi besar jika hal itu menjadi bermanfaat bagi orang lain.


by : halcyondkz

Super power

Mina, adalah seorang anak berumur 10 tahin. Dia adalah anak yang ceria, ramah, mudah bergaul, sehingga dikelilingi oleh banyak teman. Tidak hanya itu, mina mempunyai rahasia besar yang tidak diketahui orang lain. Kekuatannya mungkin terdengar sederhana, namun memiliki dampak yang besar terhadap orang lain. Setiap anak yang berpegangan tangan dengan mina selama satu menit, dia akan mendapatkan keberuntungan. Kedengaran simple bukan? Akibat cara yang simpel, tidak seorang pun menyadari kekuatan Mina itu. Orang yang mendapatkan keberuntungan itu tidak sadar jika iya mendapat pertolongan keberuntungan dari Mina.
Menolong orang adalah kebahagiaan tersendiri oleh Mina. Meski tidak secara langsung, Mina bahagia memberikan keberuntungan pada seseorang dan membuat orang terkena keberuntungannya itu bahagia. Suatu ketika, datanglah murid pindahan ke kelas Mina. Murid pindahan itu bernama Yura, anak yang pendiam, kaku, sulit bergaul, dan sering menunduk karena takut akan pandangan orang-orang. Melihat anak pindahan itu, Mina tidak sabar ingin menolongnya dengan memberi keberuntungan. Mina mulai nendekati Yura pada jam istirahat, namun Yura tidak begitu merespons Mina. Yura hanya menunduk, takut orang-orang akan mengganggunya seperti di sekolah lamanya dulu. Setiap Mina bertanya untuk mendekati Yira, Yura hanya menjawab seperlunya. Tidak lelah dengan niatnya, Mina terus mendekati Yura supaya bisa dekat dengannya. Hari demi hari berlalu, namun Mina dan Yura tidak kian dekat. Melihat hal ini, Mina tidak pernah menyerah. Hingga Yura mulai sedikit membuka diri pada Mina. Yura kasihan melihat Mina yang lelah terus terusan mendekatinya, hingga suatu saat Mina berhasil melaksanakan misinya untuk menggenggam tangan Yura.
Setelah berhasil melaksanakan misinya, Mina sangatlah lega. Hari pun makin berlalu, Mina dan Yura pun demakin dekat. Yura tidak lagi menjadi anak pendiam lagi. Mina selalu disisi Yura sebagai teman dekatnya. Tetapi, Mina heran dengan apa yang terjadi. Mina sudah melaksanakan misinya, Ia sudah memberikan kekuatan keberuntungan, tapi ia tidak melihat satupun keberuntungan yang datang pada Yura, hingga Mina nekat bertanya pada Yura, apakah dia mendapat keberuntungan di luar sekolah sampai Mina tak menyadarinya. Mina bertanya pada Yura sepulang sekolah, di pwrjalanan pulang. Mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Mina. Yura pun tersenyum. Mina heran, bukannya segera menjawab, Yira malah tersenyum padanya. Lalu Yira pun menggenggam kedua tangan Mina. Yura berkata pada Mina, "keberuntungan yang kudapat adalah memilikimu sebagai teman dekatku". Terkejut akan jawaban Yura, Mina pun membalas senyum Yura. Mina senang, ternyata selama ini keberuntungan itu sudahtersalur pada Yura. Keberuntungan itu selalu berada di sebelah Yura, yaitu dirinya. Melihat perkembangan Yura yang tidak lagi menjadi anak pendiam dan ceria, membuat Mina senang dan berhasil melakukan tugasnya.


by : halcyondkz

Rekomendasi barang-barang yang diperlukan jika kamu menjadi mahasiswa baru dan akan masuk kos

Menjadi mahasiswa baru adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi seseorang. Mengapa tidak, karena peluang untuk masuk ke sekolah tinggi tersebut sangatlah susah dan hanya orang yang terpilih yang bisa mendapatkannya. Terlebih jika menjadi mahasiswa dari kampus terfaforit, merupakan kesenangan tersendiri.
Banyak alternatif tempat tinggal jika kamu menjadi mahasiswa baru. Jika kampusmu dekat dari rumah, bisa saja kmau bepergian dan berangkat dari rumah. Jika kamu berasal dari luar kota, ataupun luar provinsi, kamu akan mencari tempat tinggal selama kamu menjadi mahasiswa. Asraam, mengontrak rumah, dan juga "kos".
Saat kamu pindah ke tempat tinggal barumu itu, tentu saja kamu harus membeli beberapa barang untuk memfasilitasi kebutuhanmu ditempat tinggalmu.
Berikut adalah beberapa rekomendasi barang-barang yang kamu perlukan ketika kamu akan masuk kos.

1. Peralatan dan Perlengkapan tidur.
Peralatan dan perlengkapan tidur adalah hal yang penting. Contoh dari peralatan dan perlengkapan tidur itu sendiri adalah : Bantal, Bantal guling, Kasur, Alas kasur, dan selimut. Tambahan : Lampu tidur, kipas angin.

2. Peralatan Mandi
Peralatan mandi juga sangatlah penting. Contoh dari peralatan mandi adalah : Sabun, Shampoo, Conditioner, Sabun cuci muka, Pasta gigi, sikat gigi. Tambahan : Ember untuk menampung air, gayung, keranjang untuk kain yang sudah kotor.

3. Pakaian
Pakaian juga adalah salah satu hal penting. Contoh dari pakaian adalah : Jilbab (bagi perempuan), baju kaos, baju kemeja, baju tidur, celana, rok, kaos kaki, dalaman, dasi, dan pakaian lain yang dirasa perlu.

4. Barang penunjang aktivitas
Contoh dari Barang penunjang aktivitas adalah : Tas, Sepatu, Ikat pinggang, Dasi, Cermin, Jam.

5. Alat Tulis
Alat tulis sangatlah penting bagi kamu yang seorang mahasiswa. Contoh dari alat tulis adalah : Buku, Pulpen, Pensil, Penggaris, Hektar, Penghapus, Rautan pensil, Correction pen, busur. Tambahan : stabilo, twinpen, pensil warna.

6. Peralatan untuk menyimpan barang
Peralatan untuk menyimpan barang diperlukan agar barang barang yang kamu miliki tertata dengan rapi dan tidak berantakan. Contoh dari Peralatan untuk menyimpan barang ini adalah : Lemari, Keranjang, Hanger baju dan hanger jilbab, gantungan baju,

7. Hal penting yang kamu bawa saat ke kampus
Hal penting yang kamu bawa saat ke kampus adalah : Kunci kamar, kunci pagar, kunci motor, helm, pulpen, handphone, TUGAS (jangan sampai lupa!) Tambahan : tisu, masker.

Sekian info yang dapat saya sampaikan pada di blog kali ini, terima kasih sudah membaca dan jika ada tambahan silahkan tambahkan di kolom komentar.


by : halcyondkz

Cantik

Kulit putih, mata indah dengan bulu mata yang panjang, hidung mancung, bibir yang kemerahan, wajah tirus, tinggi, body goals, adalah kriteria “cantik” ada umumnya. Kriteria ini sangat didambakan oleh semua orang, dan menjadi patokan “kecantikan” seseorang. Padahal, cantik itu tidak hanya dilihat dari wajah, namun juga dari hatinya.
Yuna adalah seorang remaja yang dari dulu tidak pernah percaya diri dengan penampilannya, meski memiliki mata yang indah, berhidung mancung dan tinggi, Yuna adalah remaja perempuan yang berbadan sedikit gemuk, kulitnya tidak putih, dan berkacamata. Karena penampilannya, Yuna seringkali diejek oleh teman-teman seusianya. Yuna seringkali diejek, dikerjai, hingga membuatnya sedikit minder bertemu orang lain.
Pernah sekali, Yuna dikerjai oleh temannya, kacamatanya diambil dan dilempar. Beruntung, guru yang melihat kejadian itu langsung menghukum anak yang mengerjainya dan menyuruhnya mengganti kacamata Yuna. Namun, masalahnya tidak sampai disitu. Akibat kesal dimarahi guru dan harus mengganti rugi kacamata, Ani, anak cantik yang sering mengerjai Yuna itu makin marah dan terus mengerjai Yuna. Ani mengajak teman-teman sekelasnya untuk mengerjai Yuna hingga Yuna tidak nyaman. Diantara semua teman sekelas tersebut, ada salah seorang anak yang menentang keras ajakan Ani untuk mengerjai Yuna, ialah Fira. Fira adalah anak yang pendek, berkulit coklat, berjerawat, dan berhidung pesek. Fira sangat jauh dari kriteria “cantik” yang dikategorikan orang-orang. Meski begitu, Fira tidak pernah di bully teman-temannya, karena dia adalah anak yang sangat percaya diri. Dia dikelilingi oleh teman-teman karena mudah bergaul. Jika ada yang mengganggunya, Fira akan langsung memarahi orang itu dan tidak memasukkan perkataan-perkataan tersebut dalam hati.
Fira yang tidak setuju akan hal itu membuat teman-temannya menjadi ragu untuk mengikuti permintaan Ani. Fira menyampaikan opininya tentang tindakan apa yang dilakukan Ani adalah salah dan sangatlah jahat. Menurut Fira, meski Ani memiliki paras yang “cantik”, namun hatinya sangatlah “tidak cantik”. Mendengar hal itu Ani pun marah dan tidak terima dengan pernyataan itu. Ani pergi dari kelas dengan amarah yang besar. Tak lama kemudian, sampailah Yuna ke dalam kelas. Suasana kelas yang kaku, sunyi, membuat Yuna heran dan bertanya-tanya apa yang terjadi di kelas pada saat itu.
Akhirnya sampailah pada jam istirahat. Pada saat itu, Yuna sedang pergi ke kamar mandi, Ani sedang di kantin, sedangkan teman-teman di kelas sedang berdiskusi tentang kejadian tidak mengenakkan yang terjadi di kelas. Setelah berdiskusi, teman sekelasnya setuju untuk menolak ajakan Ani dan menyadari kekotoran hati Ani. Mereka berada di pihak Fira, dimana meski Fira tidak memiliki rupa yang cantik, namun ia adalah anak yang “berhati cantik”. Sekarang teman-teman sekelas sepakat untuk tidak mengganggu siapa-siapa lagi, dan teman-teman Ani pun mulai berkurang. Mereka berpendapat meski hanya karena paras Yuna yang cantik, tidak seharusnya dia mengganggu temannya. Ani yang sudah keilangan teman-temannya perlahan sadar akan tindakannya yang tidak baik. Ia berjanji untuk tidak lagi mengganggu temannya hanya karena temannya tidak lebih cantik darinya.
“Kecantikan tidak hanya dilihat dari seberapa cantiknya paras seseorang, namun hati yang cantik adalah segalanya”.

by : halcyondkz

Selasa, 17 September 2019

PELINDUNG


 pict source : kaskus.id


Pelindung

Hal yang terlintas dalam benak kita saat mendengar kata tersebut tidak lain adalah seseorang yang selalu berada didekat kita dan menjaga kita. Seseorang yang melindungi ketika bahaya, menolongmu disaat kau butuh pertolongan, selalu ada untuk kita, di sisi kita. Taukah kamu? Aku mempunyai seorang pelindung yang baru kusadari setelah aku kehilangannya.
Saat aku pulang sekolah, Ia selalu menjemputku, mengantarku dengan hati-hati. jika hujan, ia akan membawakanku mantel, dan tak pernah lupa membawakan helm supaya diriku aman. Di perjalanan, Ia menanyakan bagaimana hariku disekolah. Jika aku ingin membeli sesuatu, dengan senang hati Ia akan mengantarkanku untuk membelikan apa yang kubutuhkan. Sesampainya di rumah, Ia melanjutkan pekerjaannya dan aku pergi untuk mengerjakan tugas sekolah. Jika aku tertidur di malam hari setelah menonton TV, Ia akan menggendongku ke dalam kamar tanpa membangunkanku. Hingga saat pagi hari aku terheran saat aku sudah berada diatas kasur dengan selimut yang membungkus tubuhku.
Seiring berjalannya waktu, aku pun beranjak dewasa, dan membawa motor sendiri untuk pergi ke sekolah. Ia pun tak lagi menjemputku seperti yang dahulu Ia lakukan. Ia sibuk bekerja dan seringkali kelelahan bekerja. Aku merasa tak terlalu dekat dengannya dan seringkali jengkel dengannya. Di marahi, di batasi, dilarang, di atur, di kekang, banyak hal yang kurasa menjengkelkan yang ia lakukan pada saat itu. Padahal, tidak lain semua hal yang dilakukannya adalah untuk keebaikanku. Di batasi supaya aku tidak dibutai oleh emosiku yang suka meledak ledak, karena aku adalah orang yang emosional. Beberapa kali aku di panggil ke ruang guru akibat perbuatan yang kulakukan, bertengkar misalnya. Alasanku melakukan hal tersebut awalnya adalah demi hal yang baik. Seorang teman dikelaasku disudutkan dan diejek oleh beberapa orang. Menurutku itu adalah tindakan yang super pengecut dan aku sangat membenci hal hal itu. Awalnya aku hanya menghentikan perbuatan mereka dengan bicara pada mereka, namun mereka tidak mengindahi perkataanku. Akibat emosi saat melihat perbuatan mereka, aku langsung menendang kaki orang-orang tersebut. Tak hanya itu, aku juga meninju tangan mereka sehingga mereka kesakitan dan mengadukannya pada seorang guru. Kami semua disuruh keluar dan dilarang untuk memasuki kelas hingga kami saling maaf memaafkan. Aku yang sangat jengkel pada saat itu bersikap “bodo amat” karena toh, salah mereka. Aku berpikir bahwa aku hanya melakukan tidakan yang benar, meski dengan cara yang kurang baik. Karena tidak satupun dari kami yang meminta maaf, guru berkata bahwa akan memanggil orangtua kami. Mendengar ucapan guru tersebut, aku yang takut akan dimarahi dan akan membuat orangtuaku sedih langsung meminta maaf pada mereka supaya guru tidak memanggil orangtuaku. Akibat guru yang sering mengancam akan memanggil orangtuaku, aku pun menjadi orang yang pemendam dan terkadang pendiam di sekolah. Tentu saja alasannya adalah emosionalku yang harus kupendam sehingga aku sering memendam. Seiring berjalannya waktu, kini aku sudah bisa lebih mengontrol emosionalku. Aku fokus untuk belajar saat sekolah, ada tidak memerdulikan hal hal buruk yang terjadi di sekolah. Toh, ada guru yang akan mengancam akan memanggil orangtuamu, meski kau melakukan tindakan tersebut untuk temanmu.
Kini, aku sibuk untuk ujian akhir yang akan kujalani. Waktu belajar tambahan sore membuatku semakin kurang berinteraksi dengannya. Aku hanya sibuk dari pagi hingga pagi di sekolah hingga sore, dan pada malam harinya aku sibuk mengerjakan tugas sekolah dan tidur setelahnya akibat tubuh yang lelah. Hingga pada suatu siang, aku mendapati telepon bahwa Ia sedang berada di rumah sakit. Ia memang sudah lama menderita diabetes, namun saat ini Ia dirawat akibat sakit dari komplikasi diabetes yang ia derita. Seketika itu aku langsung menangis dan bersembunyi sementara diluar kelas hingga air mataku berhenti dan aku menyekanya supaya tidak diketahui orang lain. Aku kembali masuk ke kelas dengan wajah yang pucat ditakuti rasa cemas memikirkannya.
Sepulang dari sekolah aku langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaannya. Aku bersyukur Ia lebih baik setelah dirawat beberapa hari dirumah sakit. Setelah itu kami kembali menjalani hari seperti biasanya. Ia sekarang di rawat jalan akibat penyakitnya yang sudah menjalar merusak ginjalnya. Aku menjalani kehidupan dengan makin depresi. Beban pikiran karena Ia sedang sakit, beban pikiran akibat suasana sekolah yang sangat aku tidak suka, beban pikiran teman teman yang hanya makin membebaniku, dan semakin menjauh karena aku tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi di sekolah, karena tidak ingin memberatkan orangtuaku jika aku sampai membuat masalah lagi, juga beban suasana keluarga besar yang makin renggang. Tak ada tempat mengadu bagiku, hingga aku selalu memendam semua yang kujalani.
Semakin hari kondisi mental maupun fisikku makin memburuk. Aku adalah orang yang mudah sakit sedari kecil. Aku sangat mudah terkena penyakit, terutama akibat alergi yang kupunya. Aku mengidap alergi debu, alergi dingin, sangat mudah terkena sakit kepala, dan tidak tahan dengann panas. Saat berada di sekolah dasar, aku akan berada di ruang kesehatan karena akan pingsan jika terkena panas matahari dalam waktu yang lama, namun saat smp aku sudah bisa kembali mengikuti upacara dan kegiatan outdoor lainnya, meski tetap saja tak bisa dielakkan jika terlalu lama terkena panas aku akan pusing dan bisa hilang keseimbangan.
Waktu terus berjalan hingga tak terasa kini aku telah menjadi seorang mahasiswi. Aku semakin sibuk dan semakin sulit untuk beremu dengannya. Ia tetap bekerja meski sedang sakit, memenuhi semua kebutuhanku, membiayai kuliahku, dan tak perna berhenti banting tulang demi untukku. Meski aku tak sadar, jutaan hal yang telah Ia lakukan untukku. Selalu menanyakan kabarku hari-hariku, menjagaku dari kejauhan, selalu menasehatiku, hingga tak sadar aku lelah dengan tindakan terlalu protektif yang ia lakukan. Sangat jarang aku bertemu dengannya. Sekalinya bertemu, aku suda terlalu kelelahan dengan urusan kuliah hingga aku sering marah dan capek untuk melakukan hal yang Ia mintai tolong padaku.
Mengetahui yang kualami, Ia makin jarang untuk memintaku melakukan sesuatu. Ia hanya sesekali meminta tolong untuk memijitnya karena sakit yang ia rasakan. Hari pun berjalan hingga tibalah liburan akhir semester. Aku pulang dan bertemu dengannya, namun yang kulakukan padaya tetaplah sama. Seringkali aku ingin meringankan bebannya, namun sering juga itu hanya menjadi wacana akibat diriku yang mudah terkena sakit, sehingga sering terbaring di kasur untuk beristirahat. Hingga pada pagi hari, aku mendapat telepon bahwa ia tak bisa bangun namun masih bernapas. Aku langsung mendatanginya dan memnggil manggil namanya. Semua orang cemas dan menitikkan air mata. Aku terus memanggilnya sambil menggenggam tangannya. Tak lama kemudian, suara napasnya makin tipis, lalu ia menggenggam balik tanganku dan aku kaget berharap ia bangun, namun yang aku dapati adalah Ia pergi meninggalkan kami semua selamanya. Ia pergi dengan tenang hingga tak seorangpun menyadari kepergiannya selain diriku. Aku yang tak sanggup menerima kejadian saat itu terdiam dan tak memberitahu siapapun tentang kepergiannya. Hanya dalam beberapa detik, akhirnya yang lain mengetahui bahwa Ia telah pergi dan isak tangis semuanya pun pecah melihat apa yang terjadi. Aku terus menangis tanpa bersuara karena takut membebani kepergiannya. Salah seorang keluarga mencoba mengecek dan merasakan bahwa ada nadi yang super lemah dan menyuruh untuk membawanya ke rumah sakit agar memastikan keadaannya.
Setibanya di rumah sakit, para petugas medis langsung memasang alat deteksi jantung dan mendapati bahwa Ia sudah meninggalkan kami semua. Tangisku makin pecah sembari tetap menahan suara, dan juga menahan tangis agar orang lain tak melihat kelemahanku. Aku depresi, frustasi, sakit, sangat merasa kehikangan, hingga hanya bisa diam untuk beberapa waktu. Aku sangat sangat menyesal atas apa yang kulakukan selama ini padanya. Yang terlintas hanyalah tindakan jahat yang kulakukan, dan kenangan baik yang Ia lakukan untukku.
Kini aku menjalani hari dengan tanpanya. Aku makin stress dan tak pernah melupakannya. Tiap malam aku menangis mengingat semua tentangnya. Semua perbuatannya kini hanya bisa kulakukan dengan terus beribadah dan mendoakannya agar Ia ditempatkan di tempat terbaik. Ia adalah ppelindungku selama ini. Kini aku telah kehilangan seorang pelindungku dengan penuh penyesalan. Setelah cerita panjang tadi, sudahkah kalian tau siapa pelindungku tersebut? Ya, dia adalah ayahku, pendamping ibu sang malaikatku dan anak-anaknya. Sadarilah, jika ayah kalian masih hidup, banyaklah berbuat baik padanya. Sadari bahwa selama ini ia adalah pelindung dari keluargamu. Meski kadang ia marah, kesal, semua itu tidaklain adalah demi dirimu, dan kadang hanya karena ia kelelahan, Ia juga seorang manusia, dan manusia tak luput dari kesalahan karena tidak ada manusia yang sempurna. Jangan pernah menutupi hatimu akan tindakannya. Dahulu aku juga tidak mengindahkan kata-kata ini, aku menutup hati dan tak mengingat perbuatan baiknya, hanya memikirkan diriku yang selalu diatur olehnya. Orang yang sudah pergi untuk selamanya, tidak akan pernah kembali kecuali di akhirat nanti. Kau akan menyesal karena tak lagi dapat bertemu dengannya di dunia ini, hingga putus asa atas apa yang telah terjadi selama ini.

by : halcyondkz